7 Obat yang Tabu Diberikan pada si Kecil
Dibanding orang dewasa, anak-anak pada umumnya lebih mudah terserang alergi atau timbul reaksi setelah minum obat dari resep dokter atau obat yang bisa dibeli bebas. Jika dibiarkan, dapat mengakibatkan penyakit yang serius.
Oleh karena itu, cegah sebelum terjadi sesuatu. Berikut tujuh oabat-obatan yang harus dihindari untuk diberikan pada anak-anak.
1. ASPIRIN
Jangan sekali pun memberikan aspirin pada anak atau obat lainnya yang mengandung aspirin. Aspirin dapat membuat anak mudah terserang penyakit sindrome Reye, yaitu penyakit yang jarang terjadi tapi jika terkena bisa fatal akibatnya. Jangan pernah berpikiran bahwa obat anak-anak yang dijual di apotik bebas dari aspirin. Jadi, baca dengan cermat dan hati-hati label/keterangan obat-obat tersebut. Kalau ragu, tanyakan pada dokter atau apoteker.
2. OBAT ANTIMUAL
Kecuali direkomendasikan atau diresepkan oleh dokternya, jangan pernah memberi si kecil obat antimual. Umumnya keinginan untuk muntah hanya berlangsung sejenak dan anak dapat mengatasinya tanpa harus minum obat. Obat antimual memiliki risiko komplikasi dan berbagai efek samping buruk lainnya. Jadi, sekali lagi, jangan beri anak obat tersebut tanpa rekomendasi dokter. Jika anak Anda merasa mual dan ada gejala dehidrasi, segera hubungi dokter langganan Anda.
3. OBAT UNTUK ORANG DEWASA
Memberikan anak obat-obatan yang diperuntukan bagi orang dewasa meski dengan dosis tetap berbahaya! Jika tidak ada keterangan bahwa obat tersebut boleh diberikan pada anak dengan dosis tertentu (setengah atau hanya sekali sehari, misalnya) jangan berikan!
4. BUKAN ATAS NAMANYA
Hindari memberikan obat dari resep dokter yang diberikan pada orang lain dan bukan atas nama si kecil. Yang juga berbahaya adalah memberikan obat dengan anggapan gejala penyakitnya sama dengan penyakit yang tengah diderita anak. Penyembuhan menjadi tidak efektif bahkan membahayakan. Berikan obat khusus yang
ditujukan hanya untuknya dengan kondisi yang khusus pula.
5. SUDAH KADALUARSA
Buang semua jenis obat dari resep dokter atau atau yang dijual bebas begitu batas waktunya habis. Setelah masa berlakunya habis, obat tidak akan bekerja efektif bahkan bisa menjadi berbahaya. Jangan membuang obat-obatan di toilet karena dapat membuat air terkontaminasi sehingga berpengaruh pada air minum. Jangan lupa, sebelum membuang obat, tutup rapat-rapat botol atau kemasannya.
6. MENGANDUNG ACETAMINOPHEN
Banyak obat yang dijual bebas untuk penyakitt demam atau batuk yang mengandung acetaminophen. Jadi, berhati-hatilah dan teliti keterangan di kemasan sebelum membeli. Jika ragu, hubungi dokter atau apoteker.
7. TABLET KUNYAH
Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, tablet yang dikunyah sering membuatnya tersedak, obat tertelan, dan membuat tenggorokannya tersumbat. Jika memberi tablet kunyah, sebaiknya haluskan/gerus terlebih dahulu, taruh di sendok. Bisa juga dicampur dengan makanan seperti yoghurt atau pisang namun Anda harus yakin benar, anak dapat memakan seisi sendok tersebut agar dosis obat yang diberikan cukup alias tak bersisa sehingga obat bisa bekerja efektif melawan penyakit.
sumber : tabloidnova.com
Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Pendapat ini kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:
1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.
2. Intelligensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.
4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.
Pengaruh bermain bagi perkembangan anak:
- Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
- Bermain dapat digunakan sebagai terapi
- Bermain dapat mempengaruhi dan menambah pengetahuan anak
- Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
- Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
- Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak
Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak
A. Permainan Aktif
1. Bermain bebas dan spontan
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
2. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.
3. Sandiwara
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.
4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.
B. Permainan Pasif
1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.
jawaban.com